Ketika kundalini mulai aktif tetapi belum bangkit, gulungan energi kundalini yang terletak di perinium mulai memanas dan tampak berwarna merah keemasan serta berbentuk bulat. Dengan latihan yang rutin, energi berwarna merah keemasan tersebut akan semakin membara sehingga tampak warnanya bertambah merah dan di inti gulungan tersebut mulai terdapat energi berwarna biru yang disebut sebagai inti kundalini.
Semakin lama inti kundalini yang berwarna biru akan semakin membesar sampai hampir seluruh gulungan energi kundalini pada chakra dasar menjadi berwarna biru dan energinya bertambah kuat. Pada saat ini kundalini mulai bangkit dan bergerak naik dari chakra dasar menuju tubuh bagian atas melalui nadi sushumna.
Uap panas yang dihasilkan oleh panas energi kundalini akan mulai naik mencari jalan keluar melalui nadi Sushumna. Dengan latihan yang benar, intensitas energi kundalini akan mulai meningkat. Energi kundalini berwarna merah keemasan mulai naik ke atas pada nadi sushumna.
Energi kundalini yang berwarna merah keemasan yang disebut sebagai api kundalini mulai naik ke atas bersamaan dengan uap panas yang dihasilkan oleh energi kundalini yang disebut sebagai uap kundalini.
Uap kundalini dan api kundalini akan berusaha naik ke atas dengan membuat saluran pada nadi sushumna (terletak berbarengan di tulang punggung, vertikal dari ujung tulang ekor ke chakra mahkota).
Perlahan-lahan energi berwarna biru naik mengikuti energi merah keemasan. Energi yang berwarna biru ini dinamakan inti kundalini. Inti kundalini berada di bawah api kundalini dan naik secara berbarengan.
Membuka gulungan pada ketujuh chakra utama secara berurutan mulai dari bawah sesuai dengan perkembangan energi kundalini yang naik ke atas pada nadi sushumna.
Dengan terbukanya gulungan dan simpul pada chakra-chakra tersebut secara bertahap, chakra-chakra utama satu persatu mulai hidup, terbuka, dan aktif.
Inti kundalini akan terus naik menuju ke chakra mahkota dan sesampainya di sana ia akan membuka gulungan yang terdapat pada chakra mahkota. Pada saat ini pancaran energi inti kundalini mulai kelihatan melebar ke arah kiri dan kanan nadi sushumna.
Inti kundalini tetap dalam ukuran yang semula yaitu di dalam nadi sushumna, tetapi pancaran energinya sudah menjadi semakin kuat sehingga tampak energi berwarna biru memancar melebar ke arah kiri dan kanan nadi sushumna.
Pada saat ini biasanya nadi Ida dan nadi Pingala belum benar-benar aktif sehingga pelebaran energi berwarna biru akan tertahan di daerah belakang kepala di atas leher sehingga tampak hanya melebar dari chakra dasar sampai daerah ini (Bantal Giok, Medulla Oblongata).
Nadi Ida dan nadi Pingala pada daerah ini biasanya masih mengalami penyumbatan.
Setelah nadi Ida dan nadi Pingala telah terbuka dan aktif, energi inti kundalini akan menyembur keluar chakra mahkota dan membuka gulungan yang terdapat di atas chakra mahkota serta dapat mencapai ketinggian sampai beberapa meter di atas chakra mahkota tergantung kepada kekuatan pancaran energi inti kundalini dan tingkat spiritual seseorang.
Gulungan ini jika dilihat tampak seperti piringan energi berwarna biru di atas chakra mahkota.
Pada saat ini chakra atau chakra-chakra di atas chakra mahkota tumbuh berkembang dengan sendirinya.
Zaman dahulu, kundalini dapat dibangkitkan melalui pranayama, asana, dan mudra oleh para Hatha Yogi; dengan konsentrasi dan melatih pikiran oleh para Raja Yogi; dengan bhakti dan penyerahan diri yang sempurna oleh para Bhakta; dengan kekuatan analisa oleh para Jnani; dengan mantra oleh para Tantrika; dan dengan karunia Guru melalui sentuhan (shaktipat).
Akan tetapi jika kebangkitan kundalini seseorang didapatkan bukan melalui bimbingan seorang master atau guru kundalini, maka kemungkinan besar ia akan mengalami “kundalini syndrome” dimana bangkitnya kundalini mengalami beberapa masalah seperti penyempitan jalur sushumna dan lainnya.
Syndrome kundalini dapat terjadi karena saluran pada jalur nadi sushumna belum terbentuk.
Ketika kundalini sudah mulai bangkit, ia akan mengeluarkan uap panas. Uap panas ini akan naik melalui jalur sushumna dan berusaha membuat saluran ke arah chakra mahkota.
Pada umumnya saluran tersebut belum terbentuk sehingga uap panas itu akan tertahan di bagian tubuh tertentu dan kotoran-kotoran hasil pembakaran akan tersebar pada organ-organ tubuh terdekat dimana uap panas itu terhenti.
Contoh: jika terhambat di chakra jantung maka dapat mengakibatkan masalah pada organ jantung dan sekitarnya. Lebih bahaya lagi jika syndrome terjadi di sekitar kepala, kemungkinan besar dapat mengakibatkan sakit kepala yang akut dan bahkan pada beberapa kasus dapat mengalami gangguan jiwa karenanya.
KUNDALINI SYNDROM
Beberapa symptom-symptom kundalini syndrom:
- Merasakan aliran yang panas membakar atau dingin seperti es yang mengalir di tulang punggung.
- Sakit yang berpindah-pindah di seluruh tubuh.
- Gejala-gejala pilek, sinusitis, atau demam selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
- Merasakan getaran, kram, atau kesemutan pada perut bagian bawah, kaki, atau bagian tubuh lainnya.
- Denyut jantung lebih cepat di atas normal dan meningkatnya metabolisme tubuh.
- Susah tidur, kelelahan, dan depresi.
- Menurunnya daya konsentrasi dan ingatan.
- Tidak stabilnya emosi.
- Bunyi melengking atau hampa di telinga.
- Merasa terasing karena tidak tahu atas apa yang terjadi.
- Hipersensitif terhadap suara, cahaya, bau-bauan, dan kehadiran seseorang.
- Pengalaman-pengalaman mistik, keagamaan, dan metafisik.
- Masalah menemukan keseimbangan antara keinginan hidup suci dengan impuls seks yang tinggi.
- Terisolasi karena tidak ada seorang pun yang dapat diajak berbagi dengannya.
- Phenomena cahaya di dalam dan di luar tubuh.
- Perasaan mengalami orgasme pada bagian-bagian tubuh yang berbeda, atau mengalami total cosmic orgasm dan lain-lain.
SHAKTIPAT KUNDALINI
Oleh karenanya, pengetahuan yang lengkap dari seseorang yang memiliki pemahaman yang jernih tentang teori dan praktek kundalini dapat membantu mencapai tujuan spiritual dengan lebih cepat.
Sekarang ini umumnya para praktisi kundalini membangkitkan kundalininya dengan cara shaktipat, karena cara ini sangat mudah jika dibandingkan dengan membangkitkan kundalini dengan diri sendiri yang membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama.
Selain itu jika terjadi syndrom kundalini, dapat dikonsultasikan dengan guru yang memberikan shaktipat tersebut.
Shaktipat dalam bahasa Sansekerta berarti perpindahan energi atau transfer energi (shakti = kekuatan atau energi, pat = perpindahan atau transfer).
Shaktipat dalam pengertian yang lebih luas adalah pemberian kekuatan dari seorang master ke sumber kekuatan kundalini pada diri seseorang, sehingga kekuatan kundalini yang sebelumnya masih “tertidur” pada diri siswa akan bangkit secara seketika dengan adanya bantuan getaran energi yang disalurkan oleh master kundalini tersebut.
Hal ini dapat dianalogikan seperti dua buah garpu tala. Jika satu garpu telah bergetar dengan vibrasi yang cukup kuat maka garpu lain yang berada di dekatnya pun akan bergetar.
Beranda