Beranda ArtikelPelatihanGaleriVideoTentangAdmin
Pernafasan

TEHNIK PERNAFASAN KUNO BABAJI

TEHNIK PERNAFASAN KUNO BABAJI

ALKIMIA KRIYA YOGA

Ramuan keabadian dirasakan saat kekuatan hidup naik ke tulang belakang. Obat-obatan dan suplemen tanaman membantu dalam transformasi alkimia.

Dalam tradisi Taoisme dan yoga kuno yang tercatat, sering kali campuran herbal dan mineral digunakan bersama dengan ramuan untuk kesehatan dan keabadian. Banyak dari ramuan ini telah hilang atau disembunyikan dalam retorika simbolik. Soma di India adalah contoh yang baik untuk hal ini.

Saat ini kita memiliki obat-obatan dan suplemen cerdas yang mempengaruhi kelenjar utama seperti pituitari, pineal, dan hipotalamus yang mengatur sekresi hormon tubuh.

Ketika seseorang belajar mengaktifkannya melalui Kriya Yoga, akan muncul sensasi tekanan di daerah hipofisis atau mata ketiga, disertai rasa intens dan kebahagiaan di otak tengah.

Ada beberapa produk herbal yang diyakini mempengaruhi otak tengah secara langsung dengan cara yang menyerupai efek psikedelik. Salah satunya adalah Dopa Bean Mucuna Pruriens, yang memiliki kandungan dopamin tinggi.

Dopamin berkaitan dengan gairah hidup, memori, dan stimulasi hormon pertumbuhan melalui kelenjar pituitari. Dalam praktik Kriya Yoga, gerakan energi internal diyakini menjadi lebih kuat melalui pengolahan napas dan konsentrasi batin.

Seorang yogi melalui Kriya Yoga berusaha menstimulasi kelenjar pineal dan pituitari menggunakan teknik pernapasan dan pompa energi internal untuk meningkatkan aliran darah kaya nutrisi menuju otak.

Dalam beberapa tradisi spiritual modern, kombinasi latihan Kriya dan penggunaan herbal tertentu dipercaya dapat memunculkan pengalaman batin berupa sensasi cahaya, ekspansi kesadaran, dan peningkatan energi spiritual.


TEKNIK PERNAPASAN BABAJI

Dalam Kriya Yoga terdapat beberapa teknik pernapasan tingkat lanjut yang berfokus pada gerakan energi internal.

Pernapasan batin merupakan gerakan mendalam di dalam tubuh yang dalam tradisi Tao disebut sebagai bone breathing atau pernapasan tulang. Konsep ini menekankan bahwa inti kehidupan memiliki sifat berdenyut dan bergerak secara internal.

Salah satu cara mengakses kondisi ini adalah melalui teknik tiupan napas yang dilakukan berulang, kemudian dilanjutkan dengan praktik Kriya pada napas terakhir.

Tarik napas dengan membuka dada menggunakan pola napas ganda pendek dan panjang. Gunakan pernapasan ganda untuk memenuhi rongga paru bagian bawah dan atas, lalu hembuskan napas secara kuat dan cepat seperti tiupan.

Teknik ini dilakukan sesuai kemampuan dan harus dipraktikkan dengan hati-hati serta bimbingan yang tepat karena dapat menghasilkan sensasi energi yang sangat kuat pada tubuh.

Setelah tubuh terasa penuh energi dan kebutuhan bernapas berkurang, lidah diangkat ke langit-langit mulut lalu diputar ke belakang. Otot dasar panggul dikencangkan sambil menahan napas dengan nyaman.

Energi kemudian diarahkan naik melalui bagian bawah tubuh, melewati jantung, hingga menuju otak tengah menggunakan pompa energi internal dan konsentrasi pada bagian belakang leher atau medula.

Semakin rutin seseorang berlatih Kriya Yoga, semakin halus kemampuan mengarahkan energi ke seluruh tubuh, baik dengan pernapasan dalam maupun tanpa pernapasan yang kuat.

Dalam berbagai tradisi spiritual, latihan ini diyakini mampu membawa praktisi menuju tingkat kesadaran yang lebih tinggi serta memunculkan berbagai pengalaman batin dan kemampuan spiritual tertentu.

← Kembali ke Artikel