Beranda ArtikelPelatihanGaleriVideoTentangAdmin
Chakra

CHAKRA KE 13

CHAKRA KE 13

Perjalanan Ke Dimensi Yang Lebih Tinggi

Chakra ke-12 pada manusia biasa secara waskita sering terlihat sebagai titik cahaya. Jiwa yang menjelma diyakini berdiam pada chakra ke-12 yang berada di atas kepala. Chakra ini berkaitan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, perluasan kesadaran, serta pencapaian kekuatan internal yang luar biasa.

Chakra ke-12 sering dimanifestasikan sebagai bola api emas di atas kepala para biksu Buddha. Dalam tradisi Kristen, chakra ini dikenal sebagai api Pentakosta.

Mutiara biru bukanlah jiwa yang lebih tinggi, melainkan terminal atau gerbang menuju jiwa yang lebih tinggi. Dalam Buddhisme, ratna biru disebut piringan biru. Dalam tasawuf disebut esensi, sedangkan dalam tradisi Kristen dikenal sebagai lubang jarum.

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Matius 19:24 & Markus 10:25

“Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.”

Matius 6:22

Dalam konteks spiritual, “mata” sering dikaitkan dengan kelenjar pineal. Di dalam kelenjar pineal terdapat “lubang jarum”, gerbang simbolis menuju kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

“Kerajaan Allah ada di dalam dirimu.”

Lukas 17:21

Kelenjar pineal dianggap sebagai “tabut perjanjian” di dalam diri manusia. Pemahaman ini diyakini dapat dibuktikan melalui praktik meditasi ratna biru yang dilakukan secara mendalam dan berkelanjutan.

Tahap Pertama Realisasi Jiwa

Dengan berlatih meditasi pada ratna biru, seseorang dapat mencapai tahap pertama realisasi jiwa. Pada tahap ini, praktisi mengalami bahwa dirinya bukanlah tubuh fisik semata, dan kesadaran tubuh mulai menghilang.

Murid mengalami sifat kebuddhaan, menyadari hakikat Atma atau jiwa sebagai cahaya spiritual. Kesadaran terasa memancar ke segala arah, dan yogi dapat mengalami dirinya sebagai makhluk cahaya yang menjelajahi alam semesta batin.

Walaupun pengalaman ini terasa sangat mendalam, penuh kebahagiaan, dan menghadirkan rasa kesatuan tertentu, pengalaman tersebut masih berada pada tingkat dunia mental yang lebih rendah. Ini masih merupakan pengalaman jiwa yang berinkarnasi, bukan kesadaran jiwa yang lebih tinggi sepenuhnya.

Tahap Kedua Kesadaran Jiwa

Pada tingkat kedua kesadaran jiwa, yogi mengalami kesatuan yang lebih besar dengan jiwa yang lebih tinggi. Praktisi mungkin merasakan serangkaian perluasan cahaya yang kemudian diikuti oleh kehampaan gelap yang mendalam.

Kesadaran kemudian bergerak naik menuju area di atas dahi, yang dikenal sebagai chakra kesebelas atau chakra 45 derajat.

Satu tingkat lebih tinggi ditemukan chakra mahkota, dan sekitar satu telapak tangan di atas kepala terdapat chakra ke-13.

Chakra 45 Derajat

Drunvalo Melchizedek menyebut chakra ke-11 sebagai chakra “45 derajat”. Ketika kelenjar pineal memproyeksikan energi menuju kelenjar pituitari, muncullah persepsi mata ketiga.

“Ada jalur energi lain yang memproyeksikan dari pineal menuju lokasi chakra kesebelas; jalur ini berada pada sudut 45 derajat dari proyeksi pituitari.”

Jalur energi ini dianggap penting karena berkaitan dengan perjalanan menuju dimensi yang lebih tinggi.

Untuk berpindah dari chakra ke-12 menuju chakra ke-13 dan memasuki kesadaran dimensi baru, terdapat beberapa tahapan energi:

  1. Dari kelenjar pineal menuju bagian belakang kepala.
  2. Energi berputar membentuk sudut 45 derajat.
  3. Mencapai chakra mahkota.
  4. Berputar kembali 45 derajat untuk naik menuju chakra ke-13.

Perjalanan ini digambarkan sebagai transisi kesadaran menuju realitas spiritual yang lebih tinggi dan lebih luas.

← Kembali ke Artikel