Melatih Intuisi dan Mendengarkan Bimbingan Batin
Yogavatar Lahiri Mahasaya menghidupkan kembali seni Kriya Yoga yang sakral dan telah lama hilang pada abad ke-19. Selama masa itu, beliau menasihati para pengikutnya untuk menyelesaikan semua masalah melalui meditasi.
Nasihat ini tampak sederhana, namun tetap relevan hingga saat ini, dan memunculkan pertanyaan mendalam: “Bagaimana tepatnya saya bisa melakukannya?”
Dalam Autobiography of a Yogi, Lahiri Mahasaya — guru dari guru Paramhansa Yogananda, Swami Sri Yukteswar — menjelaskan:
“Sesuaikan diri Anda dengan Bimbingan Batin yang aktif; Suara Ilahi memiliki jawaban untuk setiap dilema kehidupan. Meskipun kecerdikan manusia untuk menghadapi masalah tampak tak terbatas, Pertolongan Tak Terbatas juga tidak kalah hebatnya.”
Teknik dasar yang diajarkan Paramhansa Yogananda untuk mendapatkan inspirasi adalah dengan memproyeksikan pikiran keluar dari mata spiritual — titik di antara kedua alis — lalu merasakan jawabannya di dalam hati.
Jika hati terusik oleh rasa suka dan tidak suka, maka itu sama saja dengan meminta keputusan dari hakim yang telah bias terhadap diri Anda sendiri.
Kejelasan sebagai Tanda Intuisi
Kejelasan merupakan salah satu kualitas utama dari bimbingan batin. Intuisi adalah kemampuan jiwa. Jiwa tidak membutuhkan informasi dari luar dan tidak perlu menganalisis berbagai hal. Jiwa hanya mengetahui.
Oleh karena itu, bimbingan batin sejati selalu disertai dengan rasa jernih, tenang, dan minim keraguan.
Bimbingan Melalui Mimpi
Kita juga dapat menerima bimbingan melalui mimpi. Namun, bagaimana mengetahui mimpi mana yang benar?
Swami Kriyananda menjelaskan bahwa mimpi super sadar yang sejati biasanya terasa sangat jelas, memiliki warna, detail, dan gambaran yang hidup.
Sebaliknya, mimpi bawah sadar umumnya terasa kabur, redup, membingungkan, dan tidak memiliki kejelasan yang kuat.
Intuisi Harus Dilatih
Intuisi bukan sesuatu yang dipraktikkan sesekali saat memiliki waktu luang. Intuisi adalah kondisi kesadaran yang cair, yang perlu terus-menerus diselaraskan, disempurnakan, dan digunakan.
Seperti peselancar yang belajar mengikuti arus ombak, semakin sering Anda melatih intuisi, semakin berkembang pula kemampuan batin Anda.
Setelah menerima bimbingan batin, milikilah keberanian untuk bertindak sesuai bimbingan tersebut.
Kita juga perlu belajar menyeimbangkan intuisi dengan iman, serta menawarkan bimbingan itu ke atas —
Beranda